Wednesday, 28 January 2015


Assalamualaikum 2015

Apa kabarmu temans?,dan saya?,masih sama berjalan dibalik ilalang yang mulai tumbuh lagi ini.Ya dimusim hujannya bulan Januari yang sudah sampai ditahun 2015.Saya masih merasa seperti berjalan didalam mimpi-mimpiku saja temans.Masih sering terhentak-hentak kaget bahwa sekarang sudah tahun 2015.
Masih tak ada moments-moments besar yang membuatku slalu mengingat tahun sebelumnya.
Oh....sebentar,sepertinya ada beberapa,sekumpulan kecil teman-temanku dijejaring sosial "whatsapp",partime jobs-ku diusaha butik temanku lalu berita berpindahnya tempat tinggalku dan ketertarikanku tentang #bollywood.

Beberapa hal yang saya sebutkan tadi berhasil menguasai memori 2014-ku.Banyak hal yang terjadi didalamnya.

Whatsapp grubs-ku

Saya ingat (sedikit),bahwa grub ini awalnya bernama #warna.Terbentuk sekitar tahun 2013 awal.Member dari dari beberapa wilayah dinegeri ini.Grub ini dibuat tanpa sengaja oleh dua orang teman saya.Mereka membuatnya karena munculnya rasa jenuh dalam mengikuti beberapa grub dimedia tersebut yang berbasis "belajar" dan "religius".Saya pun sempat mengikuti grub-grub "membosankan" serupa dengan dua teman saya tadi.Memang benar,awal mula kami ada ketertarikan,berjalannya bulan,rasa bosan melanda juga.
Lalu kami berembuk untuk membuat grub baru sebagai wadah khusus "bersuka ria" tanpa adanya tekanan atau kewajiban mengisi materi dan lain sebagainya.
Member grub ini akan bebas berekspresi sesuai mood "kehumorannya".Maka dari itu kami sebagai "pentolan" awalnya tidak sembarangan memasukkan member ke grub ini.Kami memilih berdasarkan tingkat kehumoran yang cukup tinggi.Bisa #oot - an , dan yang pasti tidak terlalu serius.Member harus bisa membuang egonya untuk tidak gampang terpancing amarah.Minimal tidak gampang "nesu" dan "tersinggung".
 
Grub #warna berjalan cukup menyenangkan dengan jam terbang yang tidak terbatas oleh waktu.Siapapun yang belum memejamkan mata boleh meramaikan grub meskipun harus "ngomong sama tembok".
Itu hal biasa,member lain boleh menyimak obrolan yang tertinggal boleh juga diabaikan.Bisa dibayangkan dong,notif grub #warna dalam sehari bisa mencapai ribuan dengan total member sekitar 20 orang.Dan member grub ini khusus perempuan.

Indah...begitu yang kami dapatkan waktu itu.Tapi waktu berganti,beberapa diantaranya mengalami kesibukan yang tidak bisa "disambi".Beberapa mohon keluar grub,ada juga yang non aktifkan aplikasi dan rusaknya ponsel.

Sepi hanya tinggal beberapa gelintir orang yang masih setia "ngobrol" memperbanyak notif.Termasuk saya dan beberapa teman sebagai "pentolan" awal.Fik, grub #warna makin sepi.
Lalu "pentolan" yang masih aktif akhirnya membuat grub baru dengan nama #popcorn.Berisi 10 orang perempuan termasuk saya.Dan sampai sekarang kami masih aktif hanya kehilangan 1 member lagi.Ber-9 kami lalui 2014 dengan lengkap.Lengkap gilanya,saling bekerja samanya,berantemnya,kopdar-kopdar dadakannya dan curhat-curhatnya.Satu demi satu saling memasuki jenjang baru dihidupnya,menikah dan melahirkan anak.The junior #popcorn.

Semoga langgeng empop....


Part time jobs-ku

Masih menyambung dari dunia maya.Dari grub dimedia "whatsapp" tadi .Tidak hanya ilmu yang kami dapat darinya,juga teman,saudara,serta rezeki.Persis seperti salah satu hadist yang mengatakan ..."menyambung silaturahmi mendatangkan rezeki...",tepat.

Setiap hari kami mengobrol melalui grub,kami pun saling bertukar informasi apapun.Saling berbagi tenaga dan pikiran sebisanya.Dan saya?,yup mulai berani merambah dunia perdagangan.Padahal sebelumnya saya paling anti dengan hal-hal tental berdagang.

Saya mulai membantu teman berjualan pakaian dan perlengkapan muslimah secara online.Dari situ saya mulai berani dan melirik usaha berdagang.Yang saat ini sedang saya cicil.
Bahagia walau semuanya banyak saya lakukan dirumah.Hehehe...maklum ibu rumah tangga.


Berpindahnya tempat tinggal

Saya dan suami masih setia menjadi #kontraktor (tukang ngontrak rumah),hehehe...Tidak banyak yang bisa diceritakan,karena pada dasarnya setiap kontraktor memiliki cerita yang cukup sama.Saya hanya mengingat bahwa tahun 2014 itu,kami kurang cukup persiapan untuk berpindah tempat tinggal.

Kami pindah secara dadakan (eee....tapi bukan karena diusir ya,kami kontraktor yang cukup baik kok,xixixixiii).Perpindahan pertama dimulai setelah hari raya Idhul fitri.Setelah kembali dari #mudik,karena alasan satu dan lain hal.Saya masih tetap tinggal dikampung,sementara suami saya tetap kembali ke kota untuk memulai rutinitasnya.
Tetapi ada yang cukup istimewa,mendadak suami ingin pindah dengan memanfatkan keberadaan saya yang masih di kampung sebagai alasan kepindahannya.Well,walau tidak langsung mendapat tempat tinggal baru.Suami saya "numpang" dulu ditempat teman-temannya.Sebagian untuk menitipkan beberapa barang-barang.Sementara ditempat temannya yang lain dia tinggal untuk menginap sambil mencari-cari tempat tinggal yang baru.
Dan saya harus menunggu hampir 3 minggu sampai tempat tinggal baru ditemukan.
Berpindah tempat tinggal itu,melelahkan.Walau barang-barang sangat sedikit.

Tempat tinggal baru kami cukup bersih dan rapi,hanya saja sangat mungil untuk ditinggali dua orang yang sudah berumah tangga.Bahkan "selonjoran" diruang tamu pun hanya cukup sepanjang kaki kami.Hahaha...itu moment lucu yang saya tidak bisa lupa.

1,5 bulan kemudian,Hari raya Idhul adha datang,waktunya kami #mudik lagi.Dan selama #mudik,seorang teman memberi kabar bahwa ada tempat tinggal kosong di daerahnya,cukup luas dan bersih sesuai keinginan kami.Tanpa pikir panjang,tanpa survai,kami pun segera mengirim biaya boocking melalui teman kerja suami.

Waktunya kembali keperaduan,dan "boyongan" lagi,lelah yang bertumpuk (lagi).
Perpindahan yang ke-dua dalam kurun waktu 2 bulan ini merupakan moments yang langka bagi saya.Karena ini pertama kalinya saya berpindah-pindah tempat tinggal kurang dari 5 bulan tinggal.

Sudah hampir 4 bulan kami ditempat yang paling terakhir.Lalu saya pun memiliki ide baru.Ingin mencari tempat tinggal baru lagiiii....... (yaayyy  :-)  ).



Menggemari Bollywood


Achaa....ini dia moment gila satu lagi ditahun 2014 yang cukup menguras waktu,energi dan fikiran, Bollywood.
Siapa hayo yang tidak tahu bollywood?,bukan temannya "woody woodpacker" lho ya.
Bollywood itu...iya teman-teman tahu pasti.India gitu dehh....acha acha nehi nehi katanya.Yang khas dengan menari dan pakaian yang bernama saree.

Berawal dari sebuah film anak-anak (tentu saja bollywoods) yang didownload oleh suami saya.Waktu itu sekitar akhir 2013.Namun baru saya "tonton" menjelang 2014.Dari film itu (berjudul 
"Taree Zameen Par" /aamir khan ),saya menemukan bahwa film bollywood tidak melulu tentang tarian dan mengumbar aurat.Tetapi juga ada film inspiratif tanpa harus dilengkapi yang saya sebutkan tadi,terutama mengumbar aurat.
Film itu berkisah tentang anak yang mengalami "disleksia" (penjelasan bisa searching sendiri ya).Yang mana orang tuanya menganggap dia akan gagal jika terus bersekolah disekolah formal.
Singkat cerita,film itu membuat saya menjadi tertarik dengan bollywood.Dari situ saya mulai mencari film-film produksi bollywood yang cukup inspiratif dan minim memamerkan aurat (ini penting).

Terutama dengan film-film yang dimainkan oleh idola baru saya, Mrs.Tisca Chopra (aka.Tisca Zareen Arora / Priya Arora).Siapa dia?,masih dari film "Taree Zameen Par" tadi.Dia berperan sebagai ibu dari pemeran utama.
Terkesan,itu kalimat pertama saat untuk pertama kalinya saya melihat Tc (begitu saya menyapa) di film tersebut.
Dan bisa ditebak dong,saya mulai mencari tahu semua tentang Tc.Walau artikel yang beredar 90% berbahasa inggris.Dan saya tidak pandai berbahasa Inggris pun.
Satu ketertarikan mengantarkan saya untuk mulai belajar secara autodidak bahasa Inggris.Cas cis cus "nginggris" tanpa aturan yang baku (yang penting mulai mudeng).
Saya menemukan banyak kesamaan dengannya (ihh ini mah serius,bukan disama-samain atuh :-)  ).Mulai dari dia itu pinter,dari keluarga yang berkecimpung dengan tulis-menulis dan pendidikan dan hal-hal yang cukup panjang jika saya tulis semua.Pokoknya dia mah sesuai kriteria sosok yang saya idolakan.Berdasarkan kehidupan saya juga.Kecuali beberapa hal.
Kemudian berkembang terus selama 2014,untuk kali pertama saya menyapanya melalui media twitter.Kemudian mendapat balasan langsung darinya itu....rasanya seperti sedang terbang sampai ke langit mentok (agak mulai-mulai lebay ni).

Gembira riang senangnya,idola yang biasa saya tonton dilayar laptop sekarang sedang berinteraksi langsung dengan saya.Walau hanya sepotong dua potong kata.
Berkembang,jarak antara penggemar dan sosok idola pun semakin dekat.Saya mulai kenal dengannya (Tc) ,dan admin fans club-nya.Kami cukup sering berinteraksi langsung,terutama dengan admin.Kami berkomunikasi juga melalui whatsapp.
Oktober 2014, Tc memfollow saya.Duarrrr.....serasa berguncang ini rumah.Girangnya norak waktu itu.Inginnya semua orang saya beri tahu (tapi sayangnya siapa yang tahu Tisca Chopra?sementara filmnya saja baru sampai diinternet,belum pernah diputar ditelevisi....sedih mendadak).
Dari satu DM terbalas hingga beberapa DM,senangggg....tapi itu tidak tidak berlangsung lama sayangnya.Kurang dari 1 bulan Tc meng-unfollow saya.
Tahu dong saya bereaksi bagaimana?tentu kebalikan dari saat saya difollow waktu itu,mewekkk.


Tak lama,tapi cukup memakan waktu,hampir 2 bulan saya move on (serius banget sepertinya).Tidak mau menengok twitternya ,meski kepo nya si iya :-P.
Namun hal itu mengantarkan saya pada sebuah pelajaran bahwa "mengidolakan seseorang tetap harus pada batasnya,seorang publik figur pun juga manusia.Sebagai fans tidak seharusnya membuat waktunya selalu padat bahkan dijam istirahatnya".

Itulah...kemudian saya cukup kuat untuk melangkah lagi ditahun 2015 dengan segenap keyakinan.
Saya tetap mengidolakannya,keep suport untuknya,dengan aktif terhubung dengan admin tunggal fans clubnya di India,serta saya memiliki akun twitter made in indonesia versi India.

DiJanuari pada ulang tahun saya,Tc memberi saya ucapan ulang tahun khusus walau tanpa disertai kado (woooo...maunya lebihhh aja).Senang,karena Tc masih care dan mengingat fans indonesia nya
(mungkin satu-satunya yang berhasil sedekat itu dengannya),yang cukup gila ini.

Sekarang saya lebih senang aktif dibelakang layar untuknya,bersama admin tunggalnya.




2014 berhasil menuangkan beberapa kesan,yang bila diingat terasa cukup nano-nano teman.Ah kehidupan ya,semua juga pasti memiliki,berekspresi dan mampu menyimpan kenangan-kenangan hidup dengan caranya sendiri-sendiri.
Alhamdulillah wasyukurillah

Wassalam.....


NB:ini kalau Tc baca,saya mengucapkan terima kasih untuk banyak pelajaran tentang hidup dari anda.Tetap ingat saya ya




Tuesday, 17 June 2014

Ketok Dasbor!,dor...dor...dor


Horrraaayyyy......sudah lewat berapa bulan ya saya menghilang?clinggg...(hitung pake kalkulator).Sudah banyak pula peristiwa penting negeri kita luput saya abadikan disini.Hehehe...
Apakah itu?.Ada pemilu pertama dibulan April lalu,berlanjut tentang kasus asusila "JIS",kemudian rentetan kasus serupa bermunculan dari lain daerah juga,dan entah banyak lagi peristiwa yang sempat "in".
Lalu yang lagi "in" sekarang ini adalah soal kampanye capres dan cawapres.Yang sampai-sampai diadakan debat dibeberapa televisi swasta negeri kita dengan berlainan hari.Dan terbagi menjadi dua part atau dua bagian.Tidak tau apakah akan ada debat capres part 3?.Intinya si debat itu untuk mengampanyekan diri dari pasangan capres-cawapres itu.Ada dua kandidat yang sudah deal terbentuk.Kalian pasti tahu kan?,yup ada pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK .

Negeri kita memang sedang disibukkan dengan pesta demokrasi rutin itu.Menjelang hari H pemilihan presiden dan wakil presiden yang semakin dekat,diiringi pula dengan beberapa ketidak stabilan masalah ekonomi.Terlebih sudah menjelang puasa ramadhan?.
Ahhhh....jadi berbicara tentang kenegaraan?,padalah saya belum banyak paham tentang politik.So...?

Sudah dulu ya "molitik"nya,khawatir saya malah salah-salah menyebutkan atau membahas sesuatu yang berkaitan dengan politik.Gegara belum paham trus jadi buron kan gawat????.

Intinya,sekarang sedang musimnya Piala Dunia.Hehehehe...Eits saya bukan juga penggemar pesta 4 tahunan itu lho.Jadi?,trus maksudnya?.Haahaaahaa...


Jadi begini,sepanjang bulan april itu (tahun lalu ya?),hingga sekarang,tidak tahu apa sebab pastinya.Jari-jemariku sama sekali "ngambek" dan seperti anti keybord leppy.Malasss sekali buka blog meski pun angan-angan untuk menulis ada (sebatas anga-angan).

(bersambung) ^^

Saturday, 15 February 2014

#PrayForIndonesia

Beruntun di negeri kita Indonesia ini,alhamdulillah wa innalillah sedang diberi "hadiah-hadiah" dari Alloh melalui alam.Setelah diguncang - guncang didalam ranah kepolitikan,sekarang giliran alam yang berguncang.Atau bahkan "hadiah-hadiah" itu sedang berkolaborasi antara ranah politik dan alam?.
Rasanya kita semua sudah semakin memahami tanpa harus dijelaskan panjang lebar lagi.Dengan bercermin melalui "hadiah-hadiah" itu.Masing-masing dari kita tentunya adalah pelaku utamanya dari semua peristiwa ini.Artinya,jangan lah lagi ada kata saling menuduh,menyalahkan atas segala kemunculan dari "hadiah-hadiah" sekarang ini.

Yup...jangan terbawa-bawa latah,seperti (misal),
"Jakarta banjir melulu saat Pak Joko** jadi gubernur", atau
"Gara-gara Si B jadi wali kota ni,bencana datang dimana-mana".

Cukup.Sudah bukan waktunya untuk ikut-ikutan latah menyikapinya.
Dari yang namanya kecarut-marutan dunia persosialisasian,lalu bencana dimana-mana datang secara beruntun.Mustinya semua itu bisa kita kait-kaitkan.Karna saya pikir itu semua memiliki pesan-pesan tersembunyi untuk kita semua.Apa itu pesannya?.Banyak sekali,tergantung dari kita masing-masing dalam menyikapinya.
Tetap keep positif thinking jangan lupa.Agar tidak asal latah menyikapi ini itu.

Back to,apa kaitannya dengan "masing-masing dari kita sebagai pelaku utamanya"?.Padahal sebagian besar dari kita adalah sebagai "korbannya"?.
Ya,jadi dimulai dari pola pemikiran kita lah yang harus sama-sama mau membuka dan melihat lebih luas.Sehingga kita semua bisa "mentabadhuri" pesan-pesan dari rangkaian "hadiah-hadiah" ini.Katakanlah,semua ini bisa jadi "self reminder" buat kita.
Lalu meluas tentang bagaimana semua ini bisa terjadi?,peran apa yang sudah kita kontribusikan pra dan saat semua ini terjadi.Sehingga kedepannya kita bisa sama-sama "melek" untuk bersatu menggalang pemikiran bersama.Berkaitan dengan semua peristiwa seperti sekarang ini.

Jangan lagi ada "latah",ikut rame tetapi hanya membuat kegaduhan.

Seandainya masing-masing dari kita belum bisa membantu sodara-sodara kita yang sedang mendapat
'hadiah-hadiah' itu secara langsung.Minimal kita bisa mendoakan mereka.Yuk mari kita doakan saudara-saudara kita yang sedang mendapat "hadiah-hadiah" itu,meski tak mengharapkan,tapi suatu saat akan tiba juga giliran kita mendapatkannya.Mari kita keep #PrayFor Indonesia.



Friday, 3 January 2014

Tak Berhenti Berharap

Dear 2014

Mengawali tahun ini,saya coba lagi membuka blog.Mumpung masih ada semangat hasil dari suntikan liburan akhir tahun.
Rasanya seperti mati suri setahun penuh.Tak sempat lagi bersenandung diblog ini.Banyak alasan,sibuklah,bosan pun,mati ide,dan lain sebagainya.Kasiannya blog-ku yang baru lahir beberapa bulan yang lalu ini.Jika ibarat anak,tentu saja masih seperti bayi merah yang sudah mulai belajar merangkak.Cep cep cep....berharap tahun ini,keinginan - keinginan akan indahnya dunia merangkai kata - kata tidak hanya menjadi keinginan - keinginan semata.Mulai dari bertahab,dari "nol",walau dengan merangkak dulu.Semoga...

Blog ini sengaja saya buat,awalnya dengan maksud ,sebagai wadah untuk semua tulisan - tulisanku yang berserakan (kesannya sudah kek pinter nulis saja).Ada juga untuk menghemat kertas - kertas yang akhirnya seperti biasa hanya akan menumpuk semakin tinggi tanpa arti.Lalu berakhir ditong sampah,atau naik keloteng rumah dan lama - lama habis dirusak oleh tikus - tikus.Tragis.

Tak mau hanya dan selalu seperti ini saja.Padahal setiap berjalan atau melihat sesuatu,interprestasi diotakku akan memunculkan deretan kata - kata,yang meski singkat.Terkadang nyambung antara ide kemarin dan kemarinnya.Semua itu sering tertuang didalam deretan syair - syair saja.Yup...menurut saya,membuat barisan syair itu lebih mudah,simpel dan cepat .
Tapi baru - baru ini,agaknya,saya mulai bosan dengan hanya menulis syair...rasanya ingin menuangkan imajinasi kedalam rangkaian paragraf - paragrah.Cerpen kah?novel kah?.Semoga.

Bukan karena ingin membidik trend dipasaran negara kita ini.Yang mayoritas lebih gampang laku menjual novel,roman,kumcer dsb bila dibandingkan dengan kurpulan puisi atau syair.Tidak sama sekali.Jangankan membidik pasaran,bisa tembus kepasaran saja rasanya sudah sesuatu banget.

Dasarnya menulis itu "pasti" mudah.Menurut saya begitu.Tetapi sebagian orang ( juga saya), terkadang atau bahkan sering menemui titik buntu untuk mengembang kan ide - ide tulisan itu.Secara kasat mata,ide dan pengembangannya mungkin sudah sering sukses tergambar luas.Dibenak kita.Tetapi ketika dihadapkan dengan tuts - tuts keybord atau pena,mendadak gagu.Kaku,beku,berujung diam lalu bosan.Lebih parah dari "demam panggung".
Seperti itu terus.Sehingga berbulan - bulan lamanya berhenti sama sekali dari aktivitas menulis.Mati suri.Tidak pernah mau mencoba dalam waktu cukup lama.

Tapi ada rindu disana.Rindu bersenandung dengan kata - kata melalui tulisan,bagiku dunia kepenulisan itu sangat indah.Luas dan mecerdaskan.Tak pernah mati ataupun musnah.Istilahnya,ilmu tak akan pernah mati melalui tulisan.Tulisan seperti apa?.Semua tulisan.

Dari situlah kadang - kadang semangat untuk menulis dan terus belajar menggeluti dunia kepenulisan bangkit.Hari ini mungkin redup,tapi esok pasti akan ada saat dimana cahaya terang akan datang.

Biarlah sekarang seperti " angot - angotan" frekuensi menulisnya.Masih selalu dibalik layar,atau bahkan tulisannya hanya menjadi tumpukan ide.Tak apa,dengan keyakinan dan tetap belajar.Kelak pasti akan datang masanya.Semoga.

Jangan bosan untuk membaca tulisan saya disini yang belum beralur ya kawan.Karna berlajar itu akan slalu memerlukan ineraksi,koreksi dan tanggapan.


Monday, 23 September 2013

Jauh Darimu Lagi

Hari minggu kemarin aku harus berbanjir-banjir air mata.Padahal lebaran haji belum juga datang (nggak ngaruh :) ).Berlinangan air mata diterminal bus pula.Malu si,tapi bagaimana lagi?,nggak tertahankan.

Memang ada apa kok menangis diterminal?,kecopetan?,ada kecelakaan?atau?.
Yeah...itu karena keponakanku harus dikirim ke rumah neneknya di Palembang untuk sementara waktu.Karena alasan tertentu yang tidak memungkinkan,sehingga dengan terpaksa si keponakanku satu-satunya harus jauh dari kami (ayah-bundanya,aku serta suamiku dan mbah nya di Jawa).

Sebenarnya sih ini adalah kali kedua aku harus berjauhan dengannya.Dulu pernah aku tinggal dikampung beberapa bulan pasca aku menikah,lalu aku kembali ke cibubur dan tinggal dekat dengannya lagi.Sekarang dia harus sekolah sementara di Palembang,yaampun jauhnya.Kapan aku bisa menengoknya kesana?.Kalau di daerah Jawa sih bisa sering-sering,tapi ini di luar pulau Jawa.Uff...belum pernah terjangkau olehku.



Well semoga sih tidak lama-lama dia disana,satu tahun saja mungkin.Biar adil,supaya neneknya dari Jawa pun tidak kejauhan jika ingin menengoknya.
Baik-baik disana ya mbak salsa.Jangan lupa ama bulik... ;( .






Sunday, 22 September 2013

Virus "Menonton" Lagi

Beberapa hari ini selain ada kesibukan lebih,tanpa sadar ternyata aku sedang terbius oleh virus "menonton".Kok gitu?,memang apa si virus "menonton" itu?.Hehe....ya pokoknya menonton (gaje ih).

Jadi sudah lama aku tidak menonton film atau drama dll.Baik melalui televisi,video,atau online.Nah terakhir-terakhir ini,aku agak jenuh dengan aktivitas harianku.Aku coba deh cari-cari film di internet.Tadinya sih hanya mau ceck drama korea terbaru apa saja ,eh tau-taunya malah asyik menonton film-film korea via online.Setiap ketemu leptop bukannya menulis malah hanya menonton film.Hedewh...terbius rupanya.

Setelah tersadar,betapa "all" kegiatan menonton itu amatlah merugikan.Sangat merugikan jika niatnya menonton "hanya ingin" menonton saja.Tanpa adanya motif-motif tertentu.Ha?motif bagaimana?.
Tentu saja semua yang kita lakukan itu berdasarkan niat bukan?.Jika niat awalnya saja sudah "serampangan" tak tentu tujuannya,yang akan didapat tentu setimpal,bahkan bisa lebih buruk.

Betapa virus "menonton" ini amat melemahkan daya fikir dan imajinasi menurutku.Melalui mata,kita dibuai untuk menikmati keindahan yang tersuguh didalam tayangan tersebut.Mungkin memang sedikit "mudeng" dengan jalan ceritanya.Hanya itu saja yang didapat.Karna saat menonton itulah,jarang kan dari kita untuk bisa berfikir,bagaimana cara menulis skenarionya,menyusun sedemikiannya,memperoleh setting latarnya sesuai naskah dsb.Intinya saat menonton,kebanyakan dari kita tidak terfikirkan akan kerumitan dibelakang film tersebut.Taunya sudah jadi,tinggal menikmati.

Jika dikaitkan dengan keadaan tayangan televisi di negeri kita saat ini,apakah semua itu bisa dipertanggung jawabkan secara kacamata akedemis?.Bagaimana dengan kesehatan mental para penontonnya?.Yang kebanyakan adalah masyarakat awam?.Stiap hari disuguhi tontonan tentang "adu domba","bergosib" dan berita-berita yang sudah terskenariokan.Oooo tidakkk.

Uff....bukan maksud mengorek-ngorek dan menuntut yang diatas sana si,tapi ini untuk jaga-jaga saja.Bangkit dan berudah yuk,terutama dimulai dari diri sendiri,keluarga,anak-anak kita.Marikita mulai saring-saring apa saja yang selayaknya dikonsumsi,mana yang sekiranya layak untuk dijadikan tontonan.Agar generasi kita tidak terprovokasi terus-menerus oleh tontonan yang melenakan.Tontonan-tontonan yang sejatinya "membutakan" nurani dan memperdaya.

Pastinya setiap individu memiliki cara dan idealisme sendiri-sendiri dalam menanggapi hal-hal seperti ini.Jadi,silahkan dan mari kita gerakkan rumah kita masing-masing agar tidak terlenakan oleh acara dari box/flat berukuran beberapa inc itu.Masa mau sih terus-terusan diperdaya sama kotak magic itu?.Apa perlu dibakar saja?.Isss aku mah belum mau, :) masih dalam tahab membatasi dulu deh ya. :D

Thursday, 19 September 2013

Yakini Semangatnya

Meski belum terbilang "banter" aktivitas ngeblognya,tetapi aku cukup senang.Melihat dan punya teman-teman selalu semangat buat ngeblog.Bahkan rela menggunakan waktu-waktu yang sedikit senggangnya untuk menulis di blog.Hmmmm salut dah....sangat memacu buatku.

Malu juga sih,"wong" katanya,aku masih muda dan suka menulis kok blog saja terus-terusan "melompong".Padahal yang membuatku semakin semangat menulis diblog adalah para emek-emak.Yang sudah cukup repot dengan anak-anak dan aktivitas rumah tangganya.

Ah....jangan melempem lagi.Contoh semangat mereka,meski jam tanyangnya masih dikandang sendiri.Well,membuat nyaman dikandang sendiri dulu itu penting.Selanjutnya?,semoga semakin bisa mengekor mereka atau bahkan lebih.

Ayo... :D