Monday, 23 September 2013

Jauh Darimu Lagi

Hari minggu kemarin aku harus berbanjir-banjir air mata.Padahal lebaran haji belum juga datang (nggak ngaruh :) ).Berlinangan air mata diterminal bus pula.Malu si,tapi bagaimana lagi?,nggak tertahankan.

Memang ada apa kok menangis diterminal?,kecopetan?,ada kecelakaan?atau?.
Yeah...itu karena keponakanku harus dikirim ke rumah neneknya di Palembang untuk sementara waktu.Karena alasan tertentu yang tidak memungkinkan,sehingga dengan terpaksa si keponakanku satu-satunya harus jauh dari kami (ayah-bundanya,aku serta suamiku dan mbah nya di Jawa).

Sebenarnya sih ini adalah kali kedua aku harus berjauhan dengannya.Dulu pernah aku tinggal dikampung beberapa bulan pasca aku menikah,lalu aku kembali ke cibubur dan tinggal dekat dengannya lagi.Sekarang dia harus sekolah sementara di Palembang,yaampun jauhnya.Kapan aku bisa menengoknya kesana?.Kalau di daerah Jawa sih bisa sering-sering,tapi ini di luar pulau Jawa.Uff...belum pernah terjangkau olehku.



Well semoga sih tidak lama-lama dia disana,satu tahun saja mungkin.Biar adil,supaya neneknya dari Jawa pun tidak kejauhan jika ingin menengoknya.
Baik-baik disana ya mbak salsa.Jangan lupa ama bulik... ;( .






Sunday, 22 September 2013

Virus "Menonton" Lagi

Beberapa hari ini selain ada kesibukan lebih,tanpa sadar ternyata aku sedang terbius oleh virus "menonton".Kok gitu?,memang apa si virus "menonton" itu?.Hehe....ya pokoknya menonton (gaje ih).

Jadi sudah lama aku tidak menonton film atau drama dll.Baik melalui televisi,video,atau online.Nah terakhir-terakhir ini,aku agak jenuh dengan aktivitas harianku.Aku coba deh cari-cari film di internet.Tadinya sih hanya mau ceck drama korea terbaru apa saja ,eh tau-taunya malah asyik menonton film-film korea via online.Setiap ketemu leptop bukannya menulis malah hanya menonton film.Hedewh...terbius rupanya.

Setelah tersadar,betapa "all" kegiatan menonton itu amatlah merugikan.Sangat merugikan jika niatnya menonton "hanya ingin" menonton saja.Tanpa adanya motif-motif tertentu.Ha?motif bagaimana?.
Tentu saja semua yang kita lakukan itu berdasarkan niat bukan?.Jika niat awalnya saja sudah "serampangan" tak tentu tujuannya,yang akan didapat tentu setimpal,bahkan bisa lebih buruk.

Betapa virus "menonton" ini amat melemahkan daya fikir dan imajinasi menurutku.Melalui mata,kita dibuai untuk menikmati keindahan yang tersuguh didalam tayangan tersebut.Mungkin memang sedikit "mudeng" dengan jalan ceritanya.Hanya itu saja yang didapat.Karna saat menonton itulah,jarang kan dari kita untuk bisa berfikir,bagaimana cara menulis skenarionya,menyusun sedemikiannya,memperoleh setting latarnya sesuai naskah dsb.Intinya saat menonton,kebanyakan dari kita tidak terfikirkan akan kerumitan dibelakang film tersebut.Taunya sudah jadi,tinggal menikmati.

Jika dikaitkan dengan keadaan tayangan televisi di negeri kita saat ini,apakah semua itu bisa dipertanggung jawabkan secara kacamata akedemis?.Bagaimana dengan kesehatan mental para penontonnya?.Yang kebanyakan adalah masyarakat awam?.Stiap hari disuguhi tontonan tentang "adu domba","bergosib" dan berita-berita yang sudah terskenariokan.Oooo tidakkk.

Uff....bukan maksud mengorek-ngorek dan menuntut yang diatas sana si,tapi ini untuk jaga-jaga saja.Bangkit dan berudah yuk,terutama dimulai dari diri sendiri,keluarga,anak-anak kita.Marikita mulai saring-saring apa saja yang selayaknya dikonsumsi,mana yang sekiranya layak untuk dijadikan tontonan.Agar generasi kita tidak terprovokasi terus-menerus oleh tontonan yang melenakan.Tontonan-tontonan yang sejatinya "membutakan" nurani dan memperdaya.

Pastinya setiap individu memiliki cara dan idealisme sendiri-sendiri dalam menanggapi hal-hal seperti ini.Jadi,silahkan dan mari kita gerakkan rumah kita masing-masing agar tidak terlenakan oleh acara dari box/flat berukuran beberapa inc itu.Masa mau sih terus-terusan diperdaya sama kotak magic itu?.Apa perlu dibakar saja?.Isss aku mah belum mau, :) masih dalam tahab membatasi dulu deh ya. :D

Thursday, 19 September 2013

Yakini Semangatnya

Meski belum terbilang "banter" aktivitas ngeblognya,tetapi aku cukup senang.Melihat dan punya teman-teman selalu semangat buat ngeblog.Bahkan rela menggunakan waktu-waktu yang sedikit senggangnya untuk menulis di blog.Hmmmm salut dah....sangat memacu buatku.

Malu juga sih,"wong" katanya,aku masih muda dan suka menulis kok blog saja terus-terusan "melompong".Padahal yang membuatku semakin semangat menulis diblog adalah para emek-emak.Yang sudah cukup repot dengan anak-anak dan aktivitas rumah tangganya.

Ah....jangan melempem lagi.Contoh semangat mereka,meski jam tanyangnya masih dikandang sendiri.Well,membuat nyaman dikandang sendiri dulu itu penting.Selanjutnya?,semoga semakin bisa mengekor mereka atau bahkan lebih.

Ayo... :D

Wednesday, 18 September 2013

Kalau Hobi Jangan Cuma Menonton,Action Dong!

"Gollll,.....",begitu yang ku dengar dari kamar.
Sambil ngerutin dahi,sambil melirik khas kalau lagi ilfeel dan mengatur nafas karena kaget.
Ufffhhhh,hawanya tuh ya kebrisikan melulu kalau ada acara bola.

Ini dirumah prianya baru satu,suami doang.Dan untungnya kalau menonton bola tidak ngajakin tetangga.Tapi brisiknya?bikin pengin aku jual saja itu televisi.

Karena tidak hobi menonton bola sih ya?jadinya ilfeel kalau ada acara bola.Apalagi yang lagi musiman gitu.Eh maksudnya kalau pas lagi ada event bola gitu.Apalah itu,piala dunia,aama piala AFF (cuma tau itu).
Eh tapi sekarang mah,hampir setiap jam ada siaran sepak bola ya?entah live atau siaran ulang.Belum lagi berita olah raga yang semakin menjamur (yang isinya juga kebanyakan berita bola).
Itu baru televisi kabel,nah kalau satelit?Hmmm untung lagi,aku tidak berlangganan televisi satelit.

Sebenernya nih,orang mah berbeda-beda kan ya hobinya.Ada yang suka memasak,membaca,menulis,makan,tidur,berolahraga dan bla bla.Dulu seingatku,saat seumuran under 20 tahun.Aku juga punya beberapa hobi.Ada berkebun (menanam bunga),bersepeda (mini traveling by bike),menggambar,menulis (bersyair tepatnya),membaca,ama beberes rumah.
Tapi eh tapi,tidak tau karena efek umur atau karena pola hidup yang semakin bervarian.Nyatanya yang masih sering dilakukan hanya beberapa saja.

Sebenarnya si ada keinginan untuk bisa menyalurkan semua hobi,agar tidak jenuh dan terasa monoton.Tapi sekarang kok lebih suka mikir dulu kalau mau melakukan apa-apa (berkaitan dengan hobi).Bahkan mau menonton televisi pun sering aku urungkan.Padahal aku hanya dirumah saja setiap hari.Keluar rumah hanya untuk berbelanja dan keperluan mendesak lainnya.Tapi itu televisi hanya aku tengok kalau lagi ada acara yang aku sukai saja.Selebihnya?aku anggurin.

Kembali bicara soal bola dan hobi.Dalam pengamatanku.Dunia ini tepatnya di planet bumi ini,rupanya sedang dijajah sama yang namanya bola.Si kulit bundar katanya.Betul tidak?.
Dari yang namanya anak laki-laki umur batita sampai manula pun,tidak akan bergeming jika sudah ada bola (yang hobi nonton lho ya).Sampai sekarang juga merambah ke kaum hawa juga.

Bahkan tak jarang,saat mereka sedang asyik-asyiknya,jika kita iseng mengganggu acaranya,bisa jadi kita kena omelan.Duh duh duh,pada sadar nggak si?klu kalian lagi dijajah sama sebiji bola?.Hanya karena bola,tak jarang orang lain jadi korban (korban perasaan lebih tepatnya).

Kelihatannya memang menarik,simpel,sepele.Tapi kalian rela bangun malam,melek sampai pagi hanya untuk menonton pertandingan sepak bola.Klu aku sih,ogah banget.

Jangan bilang karena aku nggak suka bola,jadi aku terlihat memandang sinis penyuka bola.Sekali tidak,bukan karena itu.Yang pasti,aku hanya ingin mengatakan bahwa hobi menonton bola itu tidak terlalu membawa efek apa-apa lho.Malahan lebih bagus jika kita mau rutin bermain sepak bolanya saja.Badan jadi diolahragakan,sehat dan tidak berisik tentunya.Tidak hanya pandaai bersorak-sorai dan berkomentar saja.Masa sih? katanya penyuka bola,tapi kok lebih fasih mendongeng dari pada bermain sepak bolanya?.Hayo loh.

Jadi dari pada tuh cuma teriak-teriak didepan televisi.Sudah mengganggu ketenangan publik,tapi pastinya,boros jajan juga kan?.Hayo ngaku,siapa yang kalau menonton pertandingan sepak bola tidak sambil ngemil?.Jarang kan?.

Nah,jadi...hobi itu boleh,tapi "mbok" ya yang produktif dan tidak mengganggu ketenangan publik.Ok?.


Monday, 16 September 2013

jangan sepelekan "IRT"

Sepagi tadi sambil menunggu rendaman cucian baju,iseng-iseng buka blog "emak-emak".Satu postingan yang aku baca adalah tentang "pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga".Atau entahlah pokoknya tentang Ibu Rumah Tangga.Ada yang bilang kalau  "IRT "adalah status belaka,ada juga yang menyebut sebagai pekerjaan.
Well apapun itu,sebagai "IRT" yang amatiran (karena memang belum lama si menggeluti dunia ini trus juga belum ada anak pula,jadi serasa belum total gitu... :) ),aku meilai bahwa "IRT" itu memang status yang sangat membutuhkan keterampilan yang "multytalent".
Status "IRT" itu tidak melulu hanya wajid bisa masak.nepel,bersih-bersih,nyuci, dan mengasuh anak.Ah lebih dari itu.Dan jangan pernah mengira klu jadi "IRT" itu gampang,tidak sulit,karena orang bilang "cuma dirumah doang kan?habis selesai masak ya tinggal makan sama tidur trus ngabisin uang suami".

Oooo......gondok gue (hehehe...).Bukan maksud mempromokan status "IRT" beserta tugas-tugasnya ya.Tapi memang kenyataannya,sebagai "IRT" itu ternyata memang harus bermental baja tetapi tetap lembut,sabar yang luar biasa dan mengesampingkan ego,siap siaga 24 jam untuk istri,anak-anak dan anggota keluarga yang lain (jika dibutuhkan).Tidak ada istilah "pensiun dini",mungkin juga tidak ada istilah "week end" jika suami tidak "pengertian".

Jadi jangan pernah katakan "IRT"itu semudah membalik telapak tangan ya.Tidak heran jika balasannya syurga,dan boleh memilih masuk dari pintu mana saja.Karena memang durasi ke eksisannya sangatlah tak terperi.

Ni ya,klu boleh memilih ma,aku lebih memilih jadi pegawai kantoran.Atau wanita karirlah.Tiap bulan dapat gaji,jam kerjanya lebih jelas,week end bisa terasa lebih santai dan satu lagi,tidak gampang "stress" tentunya.

Dan "IRT" itu status dan pekerjaan idaman kodrati bagi setiap perempuan.Lalu masihkah anda mampu meremehkan peran perempuan sebagai "IRT" ?.

Sunday, 15 September 2013

Ingat Korea,Tapi I love Indonesia

Siapa yang tidak tahu drama korea?tunjuk tangan.Hmm...istilah "demam korea" sudah menjangkiti bumi Indonesia sudah sejak lama memang.Seingatku sekitar 10 tahun terakhir,meski ,mulai marak baru beberapa tahun terakhir ini.Dulu si awalnya dari drama korea.Drama korea yang khas dengan cerita-cerita romantisme yang terlalau mendayu-dayu menurutku.Hingga tak jarang aku malu jika sedang menonton lalu menangis sendiri.Tapi biar begitu aku suka si... :) .

Nah itu dulu saat aku masih sekitar umur 12 an tahun.Drama yang ku tonton pertama kali berjudul "Full House".Siapa yang ingat dengan drama komedi romantis itu?.Bahkan sampai sekarang juga masih sering lhoo diputar ulang ditelevisi-televisi.Meski sering diputar ulang pun,aku sendiri tidak bosan menontonnya.Kok bisa ya?.Padahal sekarang aku sudah tidak "seusia anak "ABG" lagi.

Sukses dengan drama,negeri Korea gencar mengeksport produk hiburannya melalui musik.Mulai dari boyband-nya ,hingga sekarang ada nama baru untuk menamai penggemar boy band korea yaitu "deman K-Pop".Anggota dari grub boy/girl band itu sendiri beraneka ragam jumlahnya.Ada yang 5 orang,7 orang,9 orang bahkan mungkin lebih (maklum tidak terlalu kena "demam K-pop" si ).
Sudah beberapa grub boy band atau girl band dari korea yang berhasil sukses dikancah internasional.

Drama korea? sudah,K-pop sudah,dan ada satu lagi nih,makanan korea.Nah siapa si yang tidak tau
'kimci"?.Itu tuh asinan sayuran sawi,katanya si rasanya pedas (maklum belum pernah nyobain).Hingga sekarang beraneka makanan dari Korea amat dicari.Bahkan dikota-kota besar sudah tersedia minimarket dan restoran yang menyediakan khusus all about produk dari Korea.

Dan usut punya usut.pemerintah Korea (khususnya Korea Selatan) memang sangat memvasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan hiburan tersebut.Tujuannya tak lain adalah untuk mendongkrak sektor pariwisata negeri tersebut.

So kapan ya negeri kita bisa mengundang banyak wisatawan selain karena Bali?.Itu pun sedikit-sedikit terancan isu terorisme.O negeriku,negeri yang kaya,tetapi tidak memiliki daya tarik yang "positif".Kenapa?,jelas saja,negeri indonesia hanya dilirik karena kemudahan "dikibulinya".Hanya diiming-imingi keuntungan yang katanya besar,sudah langsung "iya-iya" saja.
Padahal keuntungan itu justru merusak negeri.

Tetapi aku tetap cinta Indonesia deh.Mana ada di dunia ini yang bisa menyamai kekayaan negeri kita,benar begitu?.


Friday, 13 September 2013

Warna "gaje"

Aku lupa tepatnya sejak kapan mulai bergabung dengan salah satu grub dimedia sosial berbasis "chat" .Seingatku mungkin sekitar awal tahun ini.Sejak beberapa bulan aku memiliki gadget lagi.

Awalnya aku tak pernah sengaja "magang" untuk bergabung dengan grub itu.Malah awalnya "ilfeel" banget saat tau ada grub baru yang meng"invite"ku.Aku bilang itu grub "gaje" karena memang arah pembicaraannya adalah "sak karepe dewe","gaje" dan lebih tepatnya tidak berkonsep.

Grub itu bernama "Warna",siapa pendirinya?,tidak jelas pula.Anggotanya pun pada awalnya hanya sekitar 6 orang akhwat hingga kini anggota tetap sekitar 10 orang..Tidak ada ikhwan tergabung didalamnya.
Setelah berjalannya waktu hingga kini usia kami kurang lebih 6 bulanan.Ternyata kami menemukan jati diri grub kami.Dari awalnya "gaje",sering ribut,pernah berkali-kali dihapus.Tetapi pada kenyataannya kami membuka grub itu lagi.Meng"invite" member-membernya lagi.Menggorol lagi,berantem lagi,dan lain-lain.Yang justru dengan ekspresi masing-masing membernya yang beraneka itulah kami jadi "nyambung" dan bertahan.Malah aku rasa,aku seperti sedang hidup dipantai asuhan,atau suatu rumah dimana didalamnya memiliki anak-anak yang banyak.
Lalu masing-masing member memiliki perannya sendiri sesuai dengan latar belakang dan tingkatan pemikirannya.
Tidak peduli siapa yang paling "kecil" (dalam hal umur) dsb.Masing-masing memiliki peran.
Mungkin itulah salah satu yang menguatkan kami.

Kami telah menemukan jatidiri grub kami.Tidak bisa ditambah member lagi.Kenapa?karna member baru pun pada kenyataannya sudah banyak yang "nggak tahan".Mereka dengan sendirinya keluar,bahkan ada yang keluar sejak hari pertama dia masuk,Ironis ya?.

Grub "Warna",beranggotakan akhwat-akhwat dari bermacam kalangan.Sekolah menengah atas,perkuliahan,karyawan dan ibu rumah tangga "masih aku seoramg".Berawal dari ketidak nyamanan berkomunikasi dalam grub keagamaan,kami pun bergabung di grub ini "Warna".Meski di "judge" grub "gaje",tapi nyatanya kami lebih bisa eksis dan "hidup".Tidak seperti grub-grub yang pernah merekrut kami sebelumnya.

Alhamdulillah,semoga grub "gaje" kita akan terus eksis meski kita masing-masing berlatar belakang berbeda,terpisahkan jarak,dan belum pernah kopdar resmi.Semoga silaturahmi tetap terjalin selamanya.Jangan pada berantem ya anak-anak,bu nadya akan memantau kalian selama aku absend.




Budaya Menyetarakan Kemampuan

Sudah sesiang ini baru sempat nengokin keyboard.Memang dari tadi belum ada niatan mau nulis apa.Belum ada ide.
Biasanya pagi-pagi ,aku jarang sekali ikut menonton tv dengan suami.Tetapi pagi tadi aku mencoba ikut menonton.Hmmm,rupanya masih sama (pikirku).Masih sama,acara televisi khas dipagi hari.
 Mayoritas berita plus gosib dan acara film kartun anak-anak.


Buatku (terutama sejak menikah),entah mengapa acara televisi menjadi tidak menarik.Bahkan liputan tentang berpetualang atau jalan-jalan pun sudah tak begitu memikat lagi.Mungkin lebih baik online atau menulis dari pada menonton televisi.


Nah ini sedikit kutipan tentang acara televisi yang sempat aku lihat tadi pagi.Tentang berita anak seorang penyanyi rock-pop negeri ini,Ahmad Dani. "Lagi-lagi dia ", kataku.Dia nggak ada masalah aja klu muncul ditelevisi bisa "nggak kelar-kelar'.Apalagi ini,malahan anaknya terlibat kasus kecelakaan mobil yang melukai 9 orang dan menewaskan 6 orang pula.Masih dibawah umur dan diduga mengendarai modil tersebut dengan kecepatan diatas 100km/jam.

Bayangkan saja,anak dibawah umur sudah berani bengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Kejadian pada waktu dini hari pula.Miris ya?,anak-anak ibukota  (pada khususnya).Dijam-jam seperti itu masih berada diluar rumah tanpa dampingan orang tua. Klu sudah begitu siapa yang patut dipersalahkan?.

Tentu saja,hal seperti itu menjadi cambuk bagi para orang tua yang memiliki anak seusia "nya" agar lebih waspada terhadap ancaman-ancaman gaya hidup dikota yang semakin tidak bernorma.Tidak mengenal waktu dan tidak mengenal usia.

Tidak keluar dari masalah "itu",apa yang akan diperbuat oleh para orang tua untuk lebih waspada dengan perubahan zaman ini?.Masihkan akan membiarkan anak-anak kita terlalu sering mengikuti perubahan zaman?.Mengikuti trend?.

Salah satu jalan keluarnya adalah meningkatkan pendidikan moral dan agamanya.Tidak melulu mengandalkan pendidikan dari guru-guru diluar rumah.Tetapi sebagai orang tua,sudahlah tentu, akan menjadi tolok ukur bagaimana si anak akan bersikap.Madrasah terbaik anak adalah rumahnya,ibunya,ayahnya dan keluarganya.

Semua perubahan dimulai dari diri kita masing-masing.Yuk mari .....

Menulis Dan Berperang

Bagi seseorang yang teropsesi dengan tulisan dan menulis,tentunya ada banyak hal dari masing-masing individu yang biasa dapat menjadi teman saat menulis.Ada yang senang menulis ditengah-tengah taman kota,ditempat-tempat sepi,sejuk,didepan jendela.Ada yang simpel-simpel saja,merasa enjoy ketika menulis ditemani dengan pasangannya (suami/istrinya tentunya).

Dan aku lebih suka menulis disepertiga malam terakhir.Setelah tidur malam dan sholat malam.Menjelang subuh.Disaat jiwa-jiwa yang lain mayoritas telah tertidur pulas.Buatku disaat-saat seperti itu,konsentrasiku sangat netral dan mudah menemukan ide-ide menulis.Istilahnya,pada saat-saat itu,rangkaian kata-kata dari imajinasiku sedang banyak-banyaknya.Tinggal "hap,tangkap saja",nyalakan laptop atau media lain,dan rangkai.

Tidak terlalu muluk-muluk,aku biasa menulis disembarang tempat (tidak termasuk ditembok lho ya...).Tak pula berlama-lama menulis,tak kejar targetlah.Ada ide catat dulu,simpan.Dan kelak entah kapan (setelah diendapkan),bisa dibuka lagi dan mungkin bisa dikembangkan atau mentok disaimpat lagi.

Jujur saja,aku termasuk sering mengalami kesulitan untuk mengembangkan memo-memo itu menjadi tulisan yang lebih panjang.Entah cerpenlah,artikel atau bahkan novel-novel.Hmmm,rasa-rasanya aku bisa maksimal mengeluarkan imajinasi diotakku menjadi lantunan-lantunan tulisan.Tulisan yang bisa dibaca oleh banyak orang.

Apa masalahku kawan?,apakah setiap penulis pemula itu sepertiku?.Merasa bingung mengolah kalimat-kalimat mini yang sudah ada menjadi alunan ,barisan paragraf-paragraf?.Bukankah menulis itu datangnya dari kemauan dan "pure" dari hati atas kesadaran jiwa yang sesadar-sadarnya?.Tidak bisa dipaksakan bukan?.Berulang kali aku berfikir untuk mengikuti grub-grub kepenulisan.Tapi ibaratnya,ternyata aku hanya semangat diawalnya saja.Ditengah-tengah,aku mandek dan hanya bisa menyimak tanpa mau menggerakkan jari-jari pun.

Usaha untuk menambah relasi dengan para penulispan sudah.Harapannya tentu agar aku terpacu.But,mlempem juga.

So,bagiku menulis itu adalah sebuah keinginan yang jernih.Ketika otak dan imajinasi kita terkotori,aku rasa tak akan pernah bisa dipaksa untuk mampu melahirkan tulisan-tulisan yang mengalir.Tulisan yang bisa dipahami oleh oarang-orang diluar dirinya.
Apa yang ku lihat adalah tulisanku yang belum tersampaikan dicatatan-catatanku.

Kedepannya,kemalasan adalah musuh utama seorang penulis.Lalu apa motivasimamu?, lawan rasa malas itu,perangi dan tutup akses-aksesnya,tutup jalan yang mengarah kesana semaksimal mungkin.

Aku akan menulis dan aku bisa.Dengan ataupun tanpa piranti yang sesungguhnya.

Monday, 9 September 2013

Belajar Jalan

Sampai sudah kita dibulan September di 2013.Rasa-rasanya baru kemarin aku menjadi anak remaja.Rasa-rasanya baru kemarin aku masih senang-senangnya kumpul bareng teman "hang out" setiap akhir pekan.Makan-makan,atau hanya sekedar cuci mata mencari udara segar.Ah.....baru meresapi kembali,bahwa kini aku sudah termasuk perempuan dewasa.Sudah bersuami,bahkan meski belum memiliki anak.Tetapi tak jarang aku pun disebut emak dijajaran teman-teman seusia dibawahku yang belum menikah.

Cepat berlalu,aku merasa tertinggal dan hanya berjalan ditempat.Mending klu sengaja jalan di tempat seperti 'treetmill'.Dapat manfaatnya,sehat.Lah ini malah seperti "hidup enggan,mati pun ogah".Berasa hanya diam ditempat.Padahal aku termasuk orang yang tidak suka monoton.Bagiku,"monoton itu menyedihkan",usia produktif tapi seperti pensiunan.Ah,tak seharusnya bukan?.

Ini Indonesia,entah yang pasti karena kultur budaya? dasar pendidikan?ataukah hanya masalah personal masing-masing individunya?.Karna "penyakit" monoton dan konsumtif itu rupa-rupanya sudah menjadi "momok" yang menyantaikan.Yah,aku bilang "menyantaikan".Karenaa aku pikir semua passti sudah mengetahui ketidak beresan berperilaku itu,hanya saja tidak mau "move on". Santailah saja.......begitu katanya.

Sampai kapan hey guysss......Tapi,semua perubahan itu dimulai dari diri mesing-masing bukan?.Baiklah,mari kita sadarkan diri kita masing-masing dulu.Dimulai dari aku.Aku harus berubah.Aku harus hidup.So?Mengawali bulan September yang katanya "September Ceria",yeuhhh atuh untuk diriku sendiri,kita Bismillah memulai hidupkan kehidupanmu.Tak usah dulu bermuluk-muluk memimpikan sesuatu.Simpel saja,niatnya,dan Go!.

Untuk kali ini,aku ingin memulai kembali untuk menulis.Menulis apa saja.Pirantinya blog gratisan ini dululah.Sambil terus belajar tentunya.

Dan katakan "monoton itu menyedihkan".