Sunday, 15 September 2013

Ingat Korea,Tapi I love Indonesia

Siapa yang tidak tahu drama korea?tunjuk tangan.Hmm...istilah "demam korea" sudah menjangkiti bumi Indonesia sudah sejak lama memang.Seingatku sekitar 10 tahun terakhir,meski ,mulai marak baru beberapa tahun terakhir ini.Dulu si awalnya dari drama korea.Drama korea yang khas dengan cerita-cerita romantisme yang terlalau mendayu-dayu menurutku.Hingga tak jarang aku malu jika sedang menonton lalu menangis sendiri.Tapi biar begitu aku suka si... :) .

Nah itu dulu saat aku masih sekitar umur 12 an tahun.Drama yang ku tonton pertama kali berjudul "Full House".Siapa yang ingat dengan drama komedi romantis itu?.Bahkan sampai sekarang juga masih sering lhoo diputar ulang ditelevisi-televisi.Meski sering diputar ulang pun,aku sendiri tidak bosan menontonnya.Kok bisa ya?.Padahal sekarang aku sudah tidak "seusia anak "ABG" lagi.

Sukses dengan drama,negeri Korea gencar mengeksport produk hiburannya melalui musik.Mulai dari boyband-nya ,hingga sekarang ada nama baru untuk menamai penggemar boy band korea yaitu "deman K-Pop".Anggota dari grub boy/girl band itu sendiri beraneka ragam jumlahnya.Ada yang 5 orang,7 orang,9 orang bahkan mungkin lebih (maklum tidak terlalu kena "demam K-pop" si ).
Sudah beberapa grub boy band atau girl band dari korea yang berhasil sukses dikancah internasional.

Drama korea? sudah,K-pop sudah,dan ada satu lagi nih,makanan korea.Nah siapa si yang tidak tau
'kimci"?.Itu tuh asinan sayuran sawi,katanya si rasanya pedas (maklum belum pernah nyobain).Hingga sekarang beraneka makanan dari Korea amat dicari.Bahkan dikota-kota besar sudah tersedia minimarket dan restoran yang menyediakan khusus all about produk dari Korea.

Dan usut punya usut.pemerintah Korea (khususnya Korea Selatan) memang sangat memvasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan hiburan tersebut.Tujuannya tak lain adalah untuk mendongkrak sektor pariwisata negeri tersebut.

So kapan ya negeri kita bisa mengundang banyak wisatawan selain karena Bali?.Itu pun sedikit-sedikit terancan isu terorisme.O negeriku,negeri yang kaya,tetapi tidak memiliki daya tarik yang "positif".Kenapa?,jelas saja,negeri indonesia hanya dilirik karena kemudahan "dikibulinya".Hanya diiming-imingi keuntungan yang katanya besar,sudah langsung "iya-iya" saja.
Padahal keuntungan itu justru merusak negeri.

Tetapi aku tetap cinta Indonesia deh.Mana ada di dunia ini yang bisa menyamai kekayaan negeri kita,benar begitu?.


No comments:

Post a Comment