Bagi seseorang yang teropsesi dengan tulisan dan menulis,tentunya ada banyak hal dari masing-masing individu yang biasa dapat menjadi teman saat menulis.Ada yang senang menulis ditengah-tengah taman kota,ditempat-tempat sepi,sejuk,didepan jendela.Ada yang simpel-simpel saja,merasa enjoy ketika menulis ditemani dengan pasangannya (suami/istrinya tentunya).
Dan aku lebih suka menulis disepertiga malam terakhir.Setelah tidur malam dan sholat malam.Menjelang subuh.Disaat jiwa-jiwa yang lain mayoritas telah tertidur pulas.Buatku disaat-saat seperti itu,konsentrasiku sangat netral dan mudah menemukan ide-ide menulis.Istilahnya,pada saat-saat itu,rangkaian kata-kata dari imajinasiku sedang banyak-banyaknya.Tinggal "hap,tangkap saja",nyalakan laptop atau media lain,dan rangkai.
Tidak terlalu muluk-muluk,aku biasa menulis disembarang tempat (tidak termasuk ditembok lho ya...).Tak pula berlama-lama menulis,tak kejar targetlah.Ada ide catat dulu,simpan.Dan kelak entah kapan (setelah diendapkan),bisa dibuka lagi dan mungkin bisa dikembangkan atau mentok disaimpat lagi.
Jujur saja,aku termasuk sering mengalami kesulitan untuk mengembangkan memo-memo itu menjadi tulisan yang lebih panjang.Entah cerpenlah,artikel atau bahkan novel-novel.Hmmm,rasa-rasanya aku bisa maksimal mengeluarkan imajinasi diotakku menjadi lantunan-lantunan tulisan.Tulisan yang bisa dibaca oleh banyak orang.
Apa masalahku kawan?,apakah setiap penulis pemula itu sepertiku?.Merasa bingung mengolah kalimat-kalimat mini yang sudah ada menjadi alunan ,barisan paragraf-paragraf?.Bukankah menulis itu datangnya dari kemauan dan "pure" dari hati atas kesadaran jiwa yang sesadar-sadarnya?.Tidak bisa dipaksakan bukan?.Berulang kali aku berfikir untuk mengikuti grub-grub kepenulisan.Tapi ibaratnya,ternyata aku hanya semangat diawalnya saja.Ditengah-tengah,aku mandek dan hanya bisa menyimak tanpa mau menggerakkan jari-jari pun.
Usaha untuk menambah relasi dengan para penulispan sudah.Harapannya tentu agar aku terpacu.But,mlempem juga.
So,bagiku menulis itu adalah sebuah keinginan yang jernih.Ketika otak dan imajinasi kita terkotori,aku rasa tak akan pernah bisa dipaksa untuk mampu melahirkan tulisan-tulisan yang mengalir.Tulisan yang bisa dipahami oleh oarang-orang diluar dirinya.
Apa yang ku lihat adalah tulisanku yang belum tersampaikan dicatatan-catatanku.
Kedepannya,kemalasan adalah musuh utama seorang penulis.Lalu apa motivasimamu?, lawan rasa malas itu,perangi dan tutup akses-aksesnya,tutup jalan yang mengarah kesana semaksimal mungkin.
Aku akan menulis dan aku bisa.Dengan ataupun tanpa piranti yang sesungguhnya.
Dan aku lebih suka menulis disepertiga malam terakhir.Setelah tidur malam dan sholat malam.Menjelang subuh.Disaat jiwa-jiwa yang lain mayoritas telah tertidur pulas.Buatku disaat-saat seperti itu,konsentrasiku sangat netral dan mudah menemukan ide-ide menulis.Istilahnya,pada saat-saat itu,rangkaian kata-kata dari imajinasiku sedang banyak-banyaknya.Tinggal "hap,tangkap saja",nyalakan laptop atau media lain,dan rangkai.
Tidak terlalu muluk-muluk,aku biasa menulis disembarang tempat (tidak termasuk ditembok lho ya...).Tak pula berlama-lama menulis,tak kejar targetlah.Ada ide catat dulu,simpan.Dan kelak entah kapan (setelah diendapkan),bisa dibuka lagi dan mungkin bisa dikembangkan atau mentok disaimpat lagi.
Jujur saja,aku termasuk sering mengalami kesulitan untuk mengembangkan memo-memo itu menjadi tulisan yang lebih panjang.Entah cerpenlah,artikel atau bahkan novel-novel.Hmmm,rasa-rasanya aku bisa maksimal mengeluarkan imajinasi diotakku menjadi lantunan-lantunan tulisan.Tulisan yang bisa dibaca oleh banyak orang.
Apa masalahku kawan?,apakah setiap penulis pemula itu sepertiku?.Merasa bingung mengolah kalimat-kalimat mini yang sudah ada menjadi alunan ,barisan paragraf-paragraf?.Bukankah menulis itu datangnya dari kemauan dan "pure" dari hati atas kesadaran jiwa yang sesadar-sadarnya?.Tidak bisa dipaksakan bukan?.Berulang kali aku berfikir untuk mengikuti grub-grub kepenulisan.Tapi ibaratnya,ternyata aku hanya semangat diawalnya saja.Ditengah-tengah,aku mandek dan hanya bisa menyimak tanpa mau menggerakkan jari-jari pun.
Usaha untuk menambah relasi dengan para penulispan sudah.Harapannya tentu agar aku terpacu.But,mlempem juga.
So,bagiku menulis itu adalah sebuah keinginan yang jernih.Ketika otak dan imajinasi kita terkotori,aku rasa tak akan pernah bisa dipaksa untuk mampu melahirkan tulisan-tulisan yang mengalir.Tulisan yang bisa dipahami oleh oarang-orang diluar dirinya.
Apa yang ku lihat adalah tulisanku yang belum tersampaikan dicatatan-catatanku.
Kedepannya,kemalasan adalah musuh utama seorang penulis.Lalu apa motivasimamu?, lawan rasa malas itu,perangi dan tutup akses-aksesnya,tutup jalan yang mengarah kesana semaksimal mungkin.
Aku akan menulis dan aku bisa.Dengan ataupun tanpa piranti yang sesungguhnya.
No comments:
Post a Comment